Raja Charles III Ketahuan Kena Kanker saat Jalani Pemeriksaan Pembesaran Prostat

Jakarta –

Raja Charles III berbagi masalah kesehatan dengan masyarakat. Setelah menjalani perawatan karena pembesaran prostat, diumumkan bahwa Raja Charles menderita kanker di Istana Buckingham.

Raja baru-baru ini dirawat di rumah sakit karena pembesaran prostat, dan masalah lain ditemukan. Tes lebih lanjut untuk memastikan bahwa dia menderita kanker,” demikian pernyataan istana di Website Resmi Istana Buckingham; Selasa (6/2/2024).

Istana mengatakan Charles memilih untuk membagikan laporan diagnosisnya dengan harapan menghindari spekulasi dan membantu orang di seluruh dunia memahami kanker.

“Raja berterima kasih kepada tim medisnya atas respons cepat mereka dengan teknik medis terkini,” tambahnya.

Charles dikatakan telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan karena ia menerima perawatan untuk kanker. Belum diketahui berapa lama dia akan keluar dari pelayanan publik. Namun, sumber tersebut menjelaskan bahwa setelah memulai proses pengobatan, Raja memutuskan untuk mengumumkan gejalanya ke publik. Tonton video “Pangeran Harry tiba di Inggris, bertemu Raja Charles yang didiagnosis menderita kanker” (kna/kna)

Pria di Bangladesh Tewas usai Terpapar Virus Nipah, Otaknya Rusak

Jakarta –

Pemerintah Bangladesh pada Senin (29/1/2024), melaporkan kematian pertama tahun ini akibat virus Nipah. Pasien yang berjenis kelamin laki-laki tersebut mengalami pembengkakan dan kerusakan otak setelah meminum jus kurma mentah yang terkontaminasi urin atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi virus.

Kasus pertama di Bangladesh pada tahun 2024 ditemukan di Manikganj, sekitar 50 km dari ibu kota Dhaka.

Sampelnya dikirim untuk uji laboratorium dan hasilnya positif. Kami tahu orang tersebut meminum jus kurma mentah, kata Tahmina Shirin, Direktur Institut Epidemiologi, Pengendalian Penyakit dan Penelitian (IEDCR) Kementerian Kesehatan Bangladesh. . Reuters.

Kementerian Kesehatan Bangladesh juga telah memperingatkan masyarakat untuk tidak memakan buah yang pernah dimakan burung atau kelelawar, dan meminum jus kurma mentah.

Saat ini belum ada obat atau vaksin untuk Virus Nipah.

Apa itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan virus yang dapat menular ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh kelelawar, babi, atau manusia lain yang terinfeksi. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah yang menyerang peternak dan orang lain yang melakukan kontak dengan babi di Malaysia.

Sejak itu, penyakit ini telah menyebabkan wabah di Bangladesh, India dan Singapura. Di Bangladesh saja, infeksi virus Nipah telah menewaskan lebih dari 160 orang.

Sekitar 10 dari 14 orang yang terinfeksi Virus Nipah di Bangladesh meninggal pada tahun 2023, jumlah kematian tertinggi dalam tujuh tahun, menurut IEDCR.

Infeksi ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, batuk, dan kesulitan bernapas, yang kemungkinan diikuti pembengkakan otak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kematian diperkirakan antara 40 dan 75 persen. Saksikan video “Kemenkes RI Tolak Virus Nipah” (suc/naf)

Baju Anak Basah Saat Cuci Tangan, Dokter Anak Minta Orangtua Jangan Marah Ya!

Indochine-Autrement – Banyak orang tua yang marah dan kesal karena pakaian anaknya basah dan lantai becek setelah anaknya mencuci tangan. Padahal momen ini normal menurut dokter anak.

Dokter spesialis anak dr Amelinda mengatakan, anak sudah bisa diajarkan mencuci tangan saat berusia 2,5 tahun. Sedangkan anak di usia ini menyukai hal-hal yang menyenangkan, jadi biarkan mereka mengeksplorasi aktivitas mencuci tangan.

“Mereka suka air, pakai baju basah tidak apa-apa, asyik main air dan cipratan air,” kata dr Bilde di acara Biodef Smart Mom Gathering & Playdate di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10). /2022). Ilustrasi beliau mengajarkan anak mencuci tangan. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Kecuali usia 2,5 hingga 4 tahun, anak-anak enggan mengatakannya, seperti yang dikatakan Dr. Citra orang tua harus menjadi contoh yang baik agar mereka dapat melihat dan otomatis meniru cara mencuci tangan.

“Di usia ini, anak-anak sangat kompetitif, jadi usahakan aktivitasnya lebih menyenangkan. Tantang mereka, misalnya siapa yang mandi dan cuci tangan dulu,” kata Dr Bilde.

Lebih lanjut ia mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa memberi tahu cara mencuci tangan yang benar, misalnya bernyanyi 40 detik yang merupakan waktu minimal mencuci piring bagi anak.

Namun setelah basah karena mencuci tangan, pakaian anak bisa diganti, apalagi setelah bermain di debu atau pasir, atau bagi anak yang berkeringat, tambahkan cuci tangan hingga mandi dan ganti popok, pungkas dr Bilde.

Sedangkan Biodef aman digunakan untuk anak minimal usia 2 tahun bahkan dapat digunakan sebagai sabun mandi sekaligus pencuci tangan karena mengandung gliserin alami atau pelarut bakteri dan kuman.